“Buka Rumah Autis di Lampung.. saya tunggu” (Dewi Anggraini)
“di Tasikmalaya ada perwakilannya” (Hani Razak)
“Rumah Autis......kembangkan di daerah terpencil”(Abah Fatoni)
Komentar-komentar seperti ini sangat sering kami dapatkan dari sahabat-sahabat Rumah Autis di situs jejaring sosial, hampir setiap hari harapan dan keinginan masyarakat akan pendirian Rumah Autis di daerah-daerah terus membuncah. Dengan penuh haru dan berharap, setiap hari pula kami mengamini harapan dari masyarakat yang berkeinginan untuk mendirikan Rumah Autis di daerahnya masing-masing. Dalam benak kami terpikir, bagaimana caranya kami bisa memenuhi harapan dan kebutuhan akan Rumah Autis untuk masyarakat Indonesia yang memiliki wilayah begitu luas, sementara kami mempunyai keterbatasan sumber daya dalam mengembangkan layanan. Kami harus berbagi program dengan masyarakat, baik itu masyarakat sekitar, masyarakat bisnis, lembaga-lembaga sosial dan juga pemerintah. Hanya dengan cara inilah kami yakin bisa mengembangkan layanan Rumah Autis di daerah-daerah.
Berangkat Dari pemikiran tersebut kami mengemas sebuah program yang dapat memberikan solusi akan kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang belum tersentuh layanan Rumah Autis. Kami menyebut program tersebut Rumah Autis Sinergi. Rumah Autis Sinergi adalah sebuah program kerjasama yang dilakukan oleh Rumah Autis dengan masyarakat atau kelompok masyarakat baik masyarakat umum maupun masyarakat bisnis untuk melaksanakan program yang telah dikembangkan oleh Rumah Autis - Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah. Program ini bersifat sinergis dan memungkinkan membuat co-branding dalam hal nama, artinya nama yang dipergunakan menggunakan nama Rumah Autis dengan nama sponsor atau donatur.
Inisiatif pembentukan Rumah Autis sinergi bisa datang dari Rumah Autis, masyarakat, sponsor atau donatur yang tertarik untuk membuat program yang berbeda dan sangat jarang dilakukan, yaitu memberikan perhatian pada anak berkebutuhan khusus. Berikut ini adalah ilustrasi skema peran masyarakat, Rumah Autis dan Sponsor dalam penyelenggaraan program Rumah Autis Sinergi:

*Ket:
- Masyarakat atau kelompok masyarakat membuat permohonan dan melakukan pendataan yang membutuhkan layanan Rumah Autis dan diserahkan ke Rumah Autis Pusat
- Masyarakat menyiapkan tempat dan SDM lokal untuk Rumah Autis Sinergi
- Masyarakat menyiapkan sumber dana untuk keberlangsungan Rumah Autis Sinergi
- Rumah Autis melakukan studi kelayakan dalam mempersiapkan Rumah Autis Sinergi
- Rumah Autis melakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi SDM yang telah disiapkan masyarakat
- Rumah Autis mempersiapkan sistem yang akan berjalan di dalam Rumah Autis Sinergi
- Rumah Autis melakukan pendekatan pada pemerintah maupun perusahaan-perusahaan melalui program CSR-nya untuk mendukung Rumah Autis Sinergi
- Sponsor mendanai Rumah Autis Sinergi untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat
- Masyarakat mendapat pelayanan Rumah Autis Sinergi
- Sponsor maupun masyarakat menerima laporan perkembangan dan laporan keuangan dari Rumah Autis
Keterlibatan ketiga pihak yaitu masyarakat, Rumah Autis dan sponsor sangatlah berpengaruh dalam proses pembentukan Rumah Autis Sinergi. Tanpa peran salah satu pihak, program ini tidak akan berjalan. Harapan kami di masa yang akan datang, kita dapat berperan bersama menciptakan Rumah Autis-Rumah Autis baru yang dapat memberikan pelayanan terbaik bagi anak kebutuhan khusus di Indonesia. Semoga.

















Lewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ini. Hamza tak mau meminum ASI dan Hamza tak mau menangis. Maka kata Ummi yang Hamza sayangi: “Hamza dimasukkan dalam inkubator agar hangat dan ada aktifitas tuk Hamza.