Aktifitas Lembaga

Support by:

saf web design

Mengenal Conduct Disorder

E-mail Print PDF

dr.Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K)
(Psikiater anak dan remaja)

Akhir-akhir ini berita tentang cicak dan buaya mengisi halaman depan dikoran dan begitu juga media massa lainnya. Perseteruan antara cicak dan buaya yang tidak pernah habis-habisnya, membuat kita terkesima dan hanyut terbawa emosi. Siapa yang benar dan siapa yang salah tidak diketahui dengan pasti, yang jelas arogansi dipertontonkan didepan publik, hal ini menggambarkan betapa buruknya moral petinggi-petinggi kita di Indonesia.

Saya mereview kembali bagaimana pola perilaku mereka didalam keluarga mereka sebenarnya, bagaimana mereka bersikap terhadap keluarga jika dipublik jelas melihat patologis mereka. Gambaran dari kasus ini menunjukan adanya suatu pola perilaku yang pada dasarnya adalah pelanggaran terhadap perilaku umum yang lazimnya terlihat pada orang banyak, namun banyak terjadi di Negara kita .Perilaku tersebut biasanya dimulai pada masa kanak awal dan masa remaja.



Apa yang dimaksud dengan Conduct Disorder dalam bahasa medis ?

Conduct disorder adalah suatu  gambaran perilaku berulang dan menetap dimana hak dasar orang lain atau norma sosial yang sesuai pada anak seusianya dilanggar, perilaku tersebut menyebabkan gangguan dalam fungsi sehari-hari baik dirumah atau disekolah .

Gangguan ini jika tidak ditangani secara dini akan semakin sulit  sehingga akan berkembang menjadi gangguan antisosial / psikopath dikemudian hari. Boleh dibilang conduct disorder adalah psikopath pada anak / remaja .

Menurut  suatu penelitian  di Amerika  dikatakan terjadi peningkatan kasus perilaku antisosial pada remaja, yang sudah terlihat sejak masa awal kehidupan, yamg berkembang menjadi perilaku criminal di kemudian harinya.

Apakah tanda-tanda khas dari conduct disorder ?
Gambaran perilaku anak remaja yang mengalami conduct disorder terdiri dari 4 kelompok antara lain :
1.    Agresi fisik / mengancam yang diarahkan keorang lain / binatang
2.    Merusak barang milik orang lain
3.    Perilaku tidak jujur, mencuri
4.    Pelanggaran yang serius terhadap norma sosial yang sesuai dengan anak / remaja yang seusianya.
Menurut awal mula kejadian ,gejala tersebut dibedakan menjadi 2 yaitu :onset kanak awal, yang dimulai sejak  masa kanak awal sampai 10 tahun dan onset masa remaja yang dimulai sejak  usia 10 tahun keatas.

Biasanya terdapat adanya alur atau urutan dari gangguan tersebut yang dimulai dari  adanya gejala Gangguan Pemusatan Perhatian dan  Hyperaktifitas (ADHD) pada awalnya, yang berkembang menjadi gangguan menentang dengan figure otoritas sampai akhirnya menjadi gangguan kepribadian antisocial atau psikopath.  

Seberapa besar angka kejadian conduct disorder ?
Dari satu penelitian  di Amerika, dikatakan angka kejadian conduct disorder :  6% - 16% pada laki-laki dan 2% - 9% pada perempuan, anak perempuan biasanya terlihat gejala conduct disorder rata-rata pada usia 14-16 tahun Penelitian ini  juga menerangkan bahwa tidak ada perbedaan antara angka kejadian conduct disorder dipedesaan dan di perkotaan.sedangkan penelitian di Indonesia saat ini masih diteliti .

Dari gambaran ini dapat diterangkan bahwa orang dengan anti sosial / psikopath tidak membedakan tempat karena tidak hanya terjadi dikota-kota besar dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi dan sosial ekonomi cukup. Namun dikatakan bahwa sosial ekonomi sangat berpengaruh akan terjadinya gangguan tersebut.seperti kita ketahui berita-berita pembunuhan berantai yang terjadi beberapa waktu lalu, yang dilakukan oleh orang desa, dengan latar belakang  pesantren dengan pendidikan agama yang cukup baik, namun bisa melakukan tindakan keji.hal .

Apa tanda-tandanya anak yang mengalami conduct disorder ?
Tanda-tanda conduct disorder sebetulnya sudah tampak pada masa kanak-kanak. Bila buah hati kita  menunjukan beberapa gejala ini :
•    Sering berbohong,
•    Sering mengancam,
•    Sering  mengintimidasi / menekan / bulli terhadap teman atau orang lain
•    Sering memulai perkelahian fisik
•    Menggunakan senjata/benda yang menyebabkan bahaya fisik yang serius bagi orang lain (misalnya, pemukul, batu, botol pecah dll)
•    Menyakiti / kejam  kepada orang lain atau teman
•    Menyakiti / kejam  kepada binatang
•    Mencuri dengan terang-terangan (menjambret, merampas)
•    Mencuri secara sembunyi-sembunyi misalnya mengambil uang didompet orangtua, mengambil barang ditoko secara sembunyi-sembunyi, pemalsuan dll
•    Secara sengaja menimbulkan kebakaran
•    Secara sengaja merusak barang milik orang lain (mencoret-coret dinding, mengores kendaraan dengan benda tajam dll)
•    Membongkar masuk kedalam rumah, bangunan, atau kendaraan orang lain
•    Sering memanfaatkan orang lain dengan tujuan mendapat keuntungan atau  menghindari kewajiban.
•    Sering keluar pada malam hari tanpa tujuan yang jelas / nongkrong, walaupun dilarang orang tua.
•    Sering kabur dari rumah.
•    Sering membolos dari sekolah.

Masalah tersebut secara signifikan mengganggu kehidupan anak dan mengganggu hubungan sosial dengan teman,dan  juga masalah akademik.
Gejala awal dari anak bisa dilihat dari 3 hal :
-    Kejam terhadap orang lain / binatang
-    Tidak ada rasa empati / kasihan terhadadap makhluk yamg disakiti
-    Senang bermain api

Gambaran perilaku ini pada awalnya sangat mirip dengan ADHD. Namun yang dapat dibedakan adalah pada ADHD terdapat rasa empati kepada orang lain atau binatang yang telah disakitinya dalam arti timbul rasa penyesalan dalam dirinya, hal ini berbeda dengan conduct disorder.

Apa yang menjadi faktor pemicu terjadinya conduct disorder ?
•    Penolakan dari orang tua sejak awal kehidupan si anak
•    Perpisahan dari orang tua tanpa adanya alternative pengasuh yang baik
•    Penelantaran dari keluarga
•    Child abuse dan kekerasan pada anak
•    Factor genetic dari keluarga.
•    Orang tua dengan gangguan jiwa
•    Perkawinan orang tua yang bermasalah
•    Factor lingkungan, teman dsb

Apa yang dapat menolong mereka ?
Meskipun conduct disorder merupakan masalah yang sulit ditangani namun ada beberapa cara yang dapat membantu untuk mengurang perilaku mereka bahkan menyembuhkan, antara lain :
•    Training untuk orang tua untuk melatih anak yang mengalami gangguan tersebut
•    Terapi keluarga
•    Training untuk melatih pemecahan masalah pada anak dan remaja, dll.

Kesimpulan
Conduct Disorder adalah suatu gangguan yang harus mendapat perhatian saat ini, karena jika dibiarkan perilaku ini akan berkembang sampai remaja dan dewasa. Model pengasuhan dari orang tua  dapat mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut.

Gangguan hyperaktifitas pada anak (ADHD) dapat berkembang menjadi conduct disorder jika tidak ditangani sejak dini. Bahkan boleh dibilang ADHD kadang-kadang gejalanya mirip dengan conduct disorder.

Pencegahan sejak dini adalah dengan memperbaiki pola asuh terhadap anak.


Last Updated ( Saturday, 19 December 2009 06:02 )  
You are here: Home Kabar Ragam Mengenal Conduct Disorder

Pengunjung Situs

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday60
mod_vvisit_counterYesterday67
mod_vvisit_counterThis week444
mod_vvisit_counterThis month295
mod_vvisit_counterAll90682

Donasi

donatur


Download

Brosur Empati

Rekening Donasi RA

rekening

Diary Hamza

hamzaLewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ini. Hamza tak mau meminum ASI dan Hamza tak mau menangis. Maka kata Ummi yang Hamza sayangi: “Hamza dimasukkan dalam inkubator agar hangat dan ada aktifitas tuk Hamza.

Read more...

Aboutisme