Rumah Autis

Support by:

saf web design

Rumah Autis Kabar Baik Bagi si papa

E-mail Print PDF


Rabu, 23 Februari 2011 pukul 17:05:00

Rumah AUTIS Kabar Baik bagi Si Papa

Hingga kini belum ada sosialisasi menyeluruh mengenai autisme di Indonesia.“Mendidik anak autis itu berat. Sam pai besar masih susah megang sendok. Apalagi Ari, anak saya itu cukup berat autisnya. Dia susah membedakan makanan, apa saja harus digigit dulu. Lihat bawang merah di kulkas, ya main gigit saja, meskipun nantinya juga dimuntahkan karena terasa tak enak. Tapi, dia tetap tidak tahu. Jadi, setiap kali lihat, ya digigit dulu. Butuh waktu lama sekali sampai akhirnya dia paham bahwa bawang merah itu tidak cocok untuk dikunyah begitu saja,” kata Tati Sumiati, ibu dari Ari, penyandang autisme berusia 15 tahun.Hal yang dilakukan Ari, hanya merupakan satu contoh dari banyak hal yang dilakukan oleh para penyandang autisme.

Sebab autisme memiliki spektrum yang membedakan penyandangnya, dari yang paling ri ngan (high function) hingga yang paling berat (low function). Bahkan, penderita autisme berat sering kali ha nya diam dan tidak mampu mela kukan apa pun. Banyak orang menyebutnya ‘terkulai seperti sayuran’. Hal itu juga bergantung jenis autismenya, hiperaktif atau hypo active (pendiam). “Banyak orang bilang, autisme dinyatakan sembuh saat si anak sudah bisa bicara, padahal kan tidak. Jadi, memang bukan target bisa bicara yang saya kejar, tetapi meminimalisasi apa yang ada di diri dia.Misalnya, agar dia tidak terus menyendiri, dan perilakunya dibenahi. Bayangkan, sampai besar, kalau buang air besar (BAB), dia sering melakukannya di celana dan berjalan saja seperti tidak ada apaapa. Dia tak tahu kalau di celananya ada BAB. Dia jalan saja. Mau bau atau tidak, dia tidak peduli. Itu berat sekali, harus menjelaskan bahwa kalau mau BAB ke kamar mandi,” lanjut Tati menceritakan soal Ari.Hal-hal seperti inilah yang membuat anak penyandang autisme wajib diterapi dan diperlakukan secara spesial.













Last Updated ( Friday, 22 July 2011 09:21 )  
You are here: Home

Pengunjung Situs

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday119
mod_vvisit_counterYesterday123
mod_vvisit_counterThis week678
mod_vvisit_counterThis month2413
mod_vvisit_counterAll103788

Donasi

donatur


Download

Rekening Donasi RA

rekening

Diary Hamza

hamzaLewat tulisan ini, Muhammad Hamza bercerita yang jujur atas segala kejadian dan perbuatan Hamza. Hamza dilahirkan dalam keadaan tak berdaya, dengan mata tak mau terbuka tuk melihat alam semesta bumi ini. Hamza tak mau meminum ASI dan Hamza tak mau menangis. Maka kata Ummi yang Hamza sayangi: “Hamza dimasukkan dalam inkubator agar hangat dan ada aktifitas tuk Hamza.

Read more...